Tuesday November 24, 2009 at 19:26

I recommend...

Seeking for nice songs for your ears? here are my recommendations…

1. Mika-The Boy Who Knew Too Much

2. Owl City-Ocean Eyes

3. Jamie Cullum-The Pursuit

4. Sondre Lerche-Duper Session

5. John Legend-Evolver

6. Lenka-Lenka

7. Lily Allen-It’s Not Me, It’s You

8. Katy Perry-One of The Boys

Tuesday November 24, 2009 at 18:27

Do I look like one?

minggu yang lalu, teman saya bertanya tentang UTS kalkulus yang baru saya jalani dua hari sebelumnya, “Gimana UTSnya, La?” Saya jawab kalo saya cuma bisa 4 dari 5 soal dan itu pun belum tentu benar. Kalo inget jawaban saya waktu itu, perasaan itu jawaban normal yang banyak sekali diungkapkan banyak orang. Saya waktu bilang kaya gitu pun ga bermaksud apapun, cuma mengungkapkan apa yang emang ada dan saya rasa benar. Tapi kemudian teman saya menulis sms yang isinya: “boleh ngasih pendapat ga, la? menurut saya kamu tuh terlalu pesimisan, La!” Saya kaget. Oh please, saya ga pernah ngerasa saya pesimis. Lalu, saya berpikir sejenak dan merenungkan maksud perkataan teman saya dan baca ulang sms yang saya kirim sebelumnya. Ga tau kenapa, pecah tangis saya. Entah emang karena apa yang teman saya bilang atau sekedar kesal yang menumpuk dan akhirnya keluar, yang jelas saya menangis.

Memang rasanya saya cape menghadapi kuliah, cape sama kehidupan kampus, dan ingin kembali SMA, leha-leha, hura-hura tapi kalo dibilang pesimis, rasanya ga juga. Saya optimis ko. Optimis saya bisa ngejalanin TPB dan ngejalanin kehidupan kampus. Walau, benar, kadang saya lelah optimis sementara hasil yang ada bikin saya jadi pesimis.

Mungkin memang saya ga sadar bahwa tanpa sengaja saya terdengar seperti orang pesimis. Tapi sejujurnya, saya masih punya optimisme kok, walaupun mungkin dalam kadar yang sangat rendah. Dan mendengar teguran seperti itu dari teman saya, saya jadi sadar mungkin selama ini tanpa sadar saya telah menjadi orang yang sangat pesimis dan pesimisme itu adalah sesuatu yang menarik hal-hal buruk pada diri kita. Mungkin sekarang saatnya saya membentuk keyakinan pada kemampuan diri saya. sekarang saatnya percaya kalo saya bisa dan ga lupa juga buat introspeksi diri serta membawa diri saya ke arah yang lebih baik.

Thanks, my dear friend, for what you told me. It made me realize that I’ve got to be better.

Tuesday November 24, 2009 at 17:30

“Intinya, sebagai wanita masa kini, kita harus ngejar karir juga ngejar bos buat jadi suami.”

— kesimpulan ngobrol ngalor ngidul ttg jurusan, karir, dan masa depan bersama nadinastiti, inay, dan bia senin sore lalu.

Saturday November 21, 2009 at 0:17

huaaaa. Johnny Depp
(via thedisneyvault)

huaaaa. Johnny Depp

(via thedisneyvault)

Reblogged from The Disney Vault.

Friday November 20, 2009 at 23:50

hair-balding friday

I woke up this morning and realized that I’m not ready for calculus exam. instead of attending chem class at 7a.m, I stayed at home and studied. But then, something ruined my mood. Then I went to campus since i already made an appointment to interview my senior. Rain fell from the sky heavily as I asked, ” God, please give me a super rain.”

There, at the campus, I interviewed my senior accompanied by the loud sound of rain while the men was praying at the mosque. Then, I went to Warung Pasta and had my lunch plus discussed some questions. We went to campus again to have our second calculus midtest.

My mood was already bad at that time and doing calculus test was just drove my mood even worse. All I wanted to do was just yelled at somebody. Then I remembered that I gotta write an article. so, there I was, sat on the alley, fingers danced on the keyboard ,and eyes on the monitor. 8pm I finished my article and I gotta find someplace nice to print my work. After that, went back to LFM and collected the article. Then I gotta drop Nurul in front of her house.

On my way home, suddenly I felt so tired and miserable. All I was thinking was it. I need it and really need it. I need my friend. I really need my friend. I wanted to send a text message to tell that I had a worse calculus. All I wannna say is, ” I need you, friend, to cheer the rest of my hair-balding night. Let’s have a short conversation, laughing, and say ‘stupid’ to each other.” then, I would have a nice sleep and dream.

Wednesday November 18, 2009 at 17:24

“Sometimes I hate being talkative, but most of the time I really hate the fact that I’m an introvert and would rather keep quiet in a new social group.”

Wednesday November 18, 2009 at 17:08

Maunya sih gitu, tapiii...

  • Suatu siang di Gelap Nyawang. (Lupa awalnya ngomongin apa)
  • Saya: Ngobrol ama dosen wali kamu aja, Tip.
  • Tipah: Ih, boro-boro. Dia malah bilang: "Kalian ngapain masuk ITB, nyusahin diri aja. Mending juga kawin." gitu coba!
  • Saya: Kamu bilang gini dong, Tip, ama ibunya, "Yaaa, Bu, saya juga inginnya gitu tapi mau nikah ama siapa?! Makanya kuliah juga da tujuannya nyari calon suami." gitu, Tip, harusnya! Hahaha. (PATHETIC!)

Sunday October 25, 2009 at 0:09

Baju kuliah

  • Saya: Liat nih, Yah, hasil nyimol ela hari ini! (sembari ngebongkar gembolan)
  • Ayah: Abis berapa kamu ke gedebage?
  • Saya: 120.000. dapet tujuh potong. lumayaaan.
  • Ayah: Oh bagus deh berarti baru tahun depan beli bajunya lagi ya!
  • Saya: Ah, Ayah, ini kan cuma 7 potong, berarti cuma buat seminggu, berarti minggu depan ela harus ke gedebage lagi.
  • Ayah: Ko harus banyak amat bajunya?
  • Saya: Ya biar bajunya ga itu itu terus ke kampus teh, terus biar semangat ngampusnya, Yah.
  • Ayah: Ayah dulu bajunya ga sebanyak baju kamu ah perasaan.
  • Saya: Ayah kan cowo. zzzz.

Thursday October 22, 2009 at 19:54

“Apa jadinya kalo bu Maryanah baca tumblr saya? Bisa dicaci-maki dan ga dianggep murid saking ga beresnya ‘tulisan’ saya.”

Thursday October 22, 2009 at 19:48

Mendadak Starbucks

  • Ela: (via sms) Yah, beliin starbucks doooong.
  • Ayah: Yang dekat Unla dimana ya? Ayah masih ngajar.
  • Ela: (dalam hati berteriak gembira, tinggal 30% menuju acc proposal) BSM paling deket. Beliin yayaya? Bosen minum kopi sachet yang di rumah, Ela mau begadang lagi nih. (what a lame reason. haha)
  • Ayah: (via phonecall) La, adikmu gimana? Udah sholat? Udah minum obat?
  • Ela: Susah dibangunin, Yah. Katanya pusing banget.
  • Ayah: Adikmu tuh gitu kalo lagi sakit tidur terus. Coba tanyain Starbucksnya mau yang apa?
  • Ela: Kok yang ditanyain malah Ahi duluan? Kan Ela yang minta ai ayah! (annoyed sembari senang udah 100% acc)
  • Ayah: hahaha. Ya tanya adikmu dulu, baru tanya kamu kan.
  • Ela: Udah mereka mah beliin yang sama persis kaya yang Ela mau aja. Ntar Ela sms maunya apa deh.
  • Ayah: Ya sudah.
  • Ela: (menutup telpon dan langsung SMS saking senangnya. tumben ayah ga butuh dirayu panjang lebar. hahaha *dance)